Skip to main content

Sejarah samarinda

 



Samarinda, yang kini dikenal sebagai ibu kota Kalimantan Timur, dulunya adalah bagian dari Kesultanan Kutai Kertanegara, dengan sejarahnya yang kaya dan perkembangan dari perkampungan kecil hingga menjadi kota yang dinamis. 

Asal-Usul Nama dan Perkembangan Awal:
  • Asal Kata:
    Nama "Samarinda" berasal dari bahasa Banjar, "sama" dan "rendah", merujuk pada kedudukan kota yang relatif rendah di tepi Sungai Mahakam. 
  • Perkampungan Awal:
    Sebelum dikenal sebagai Samarinda, wilayah ini memiliki beberapa perkampungan, seperti Pulau Atas, Karang Asam, Karang Mumus, Loa Bakung, Sambutan, dan Mangkupalas. 
  • Pengaruh Suku Banjar:
    Pada abad ke-16, terjadi migrasi suku Banjar ke Kalimantan Timur, yang kemudian membawa bahasa dan budaya Banjar, yang hingga kini menjadi dominan di Samarinda. 
  • Perkembangan dari Kampung ke Kota:
    Samarinda berkembang dari tiga kampung pemukiman suku Kutai Puak Melanti yaitu Kampung Mangkupalas, Karang Mumus dan Karang Asam. 
  • Pusat Pemerintahan dan Pelabuhan:
    Samarinda menjadi pusat pemerintahan Kalimantan Timur dan pelabuhan daerah Kutai dan sekitarnya di bawah pemerintahan Hindia Belanda. 
Perkembangan Sejarah:
  • Kekuasaan Politik:
    Samarinda dipengaruhi oleh sistem politik pemerintahan Kerajaan Kutai Kertanegara (1300–1844), Kerajaan Banjar (1546–1700), Pemerintah Hindia Belanda (1844–1942 dan 1945–1949), Pemerintah Militer Jepa

    ng (1942–1945), dan Pemerintah Republik Indonesia (1950–sekarang). 
  • Hari Jadi:
    Hari jadi Kota Samarinda ditetapkan pada 21 Januari, merujuk pada catatan sejarah kedatangan orang-orang Bugis Wajo yang mendirikan pemukiman di muara Karang Mumus. 




  • Perkembangan Administratif:
    Kota Samarinda terbagi menjadi beberapa kecamatan dan kelurahan, yang terus berkembang seiring dengan pertumbuhan kota. 
  • Julukan "Kota Tepian":
    Samarinda dikenal sebagai "Kota Tepian" karena letaknya di tepi Sungai Mahakam. 

Comments

© 2020 SENO JAYA

Designed by Open Themes & Nahuatl.mx.